Tipu Muslihat Perusahaan Web Hosting

Selama hampir 10 tahun bergelut di bidang web development, saya pribadi telah menggunakan beberapa perusahaan hosting di Indonesia dan Amerika. Rata-rata pelayanan dan fasilitas yang diberikan sama-sama bagus dan terjangkau. Tahun 2006, partner hosting yang saya gunakan KAR**WEB tiba-tiba bermasalah. Mereka out-of-business dan perusahaannya dijual ke perusahaan hosting lain. Selama masa transisi yang memakan waktu lama (kalo ga salah 1 bulan lebih semua website client down/tidak bs diakses dan bikin saya stress), menjadi sangat jelas bahwa:
- Kita harus selalu mempersiapkan kemungkinan terburuk
- Nama domain lebih penting daripada web hosting
- Kebanyakan perusahaan hosting “menyandera” nama domain.
Pada saat itu lebih dari 10 website client saya di host di KAR**WEB.
Saya coba kontak via email tidak dibalas, website mereka sendiri down, saya telpon tidak ada yang menjawab.
Udah STT (stress tingkat tinggi).
Hal yang menenangkan saya adalah file2 dan data2 website sudah sempat saya backup (memang secara rutin selalu backup data sih). Tapi saya tidak bisa memindahkan domain ke hosting lain karna tidak punya akses ke control panel domain. *DOH*
Domain adalah identitas yang dikenal oleh seluruh pengunjung website anda. Hosting anda boleh pindah-pindah. Tetapi domain jangan berubah.
Ketika anda memilih web hosting, selain faktor fitur server dan kredibilitas, perlu dipastikan anda punya kontrol penuh atas nama domain yang anda beli.
Beberapa informasi yang harus anda minta adalah:
- Password ke control panel domain langsung ke website REGISTRAR *
Penting karena di control panel domain anda bisa mengubah data-data domain, mengubah password untuk domain dan mengarahkan domain ke hosting lain. - EPP/Auth Code domain anda
Kode ini berguna ketika anda ingin memindahkan domain dari satu REGISTRAR ke REGISTRAR lain. - Domain tidak di LOCK
Kalau di LOCK, ga bisa dipindahin ke tempat lain domainnya.
Jadi jika anda memesan nama domain dan hosting, tanyakan ke-3 informasi diatas.
Kalau tidak diberikan, apakah mereka sedang berusaha “menyandera” nama domain anda?
Domain anda disandera agar anda tidak pindah ke hosting lain. Secara etika, itu tidak boleh dilakukan karena nama domain yang anda beli, adalah milik anda. Bukan milik mereka.
Sejak akhir 2006, karena kekecewaan itu, akhirnya Webby memutuskan untuk membuat divisi web hosting sendiri. Kami mendirikan perusahaan dengan nama “PT. Netviro” yang menjadi reseller dari salah satu web hosting terbesar di Amerika. Tentunya di netviro, semuanya transparan. Domain milik anda, no tipu-tipu, no sandera-sandera.
Tertarik? klik www.netviro.com
* REGISTRAR adalah perusahaan yang berhak mendaftarkan nama domain.
Organisasi dunia yang mengatur nama domain Internasional (ICANN) menunjuk banyak perusahaan sebagai REGISTRARnya.
31 January 2010 at 22:16
Ketiga point terkait control panel domain memang penting. Intinya lagi, kalaupun ketiga hal di atas tadi di pegang oleh hoster tempat pembelian domain, yang terpenting data whois domain adalah data -data kita. Domain akan bisa ambil lagi. Itu pengalaman kami ketika membantu klien yang hosting di perusahaan lain dan perusaah itu bangkrut yang mungkin sama di alami oleh bapak ini.
Tidak semua perusahaan web hosting penipu seperti pada judul tulisan ini “Tipu Muslihat Perusahaan Web Hosting”.